Jumat, 12 Februari 2016

MODEL WEBBED



IMPLEMENTASI MODEL WEBBED DENGAN MENGGUNAKAN TEMA “PERBEDAAN”
PADA KURIKULUM 2013





Oleh :
RIDWAN HAMZAH A.


Kajian ini Diajukan untuk Mengikuti Symposium Guru dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud

 
SMP NEGERI 3 KABUPATEN TEBO
DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI
 2015






IMPLEMENTASI MODEL WEBBED DENGAN MENGGUNAKAN TEMA “PERBEDAAN”
PADA KURIKULUM 2013


Kajian Ilmiah

Kajian ini diajukan untuk mengikuti symposium Guru dan Tenaga
kependidikan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud


Oleh :
RIDWAN HAMZAH.A, S. Pd.I
NIP 19870422 201101 1 003





Abstrak


Hamzah, Ridwan. 2015. Implementasi model webbed dengan menggunakan tema “perbedaan” pada kurikulum 2013 SMP Negeri 3 Kabupaten Tebo.
 Kata- kata Kunci : Model webbed, Mendesain kurikulum integrasi,subtema,kurikulum 2013
Tujuan dari tulisan ini untuk Kurikulum Model webbed adalah salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Pengembangan model webbed ini dilakukan dengan menentukan tema yang sama atau hampir sama dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran. Dalam penentuan temapembelajaran guru dapat menentukan bersama-sama dengan guru lainnya atau dengan siswa.Tema-tema yang telah ditentukan dikembangkan menjadi sub-sub tema yang kemudian dikembangkan lagi menjadi kegiatan pembelajaranyang harus dilakukan oleh siswa.
 
 KATA PENGANTAR
 
Dengan Memanjatkan Puji Syukur ke hadirat Allah SWT pencipta alam semesta beserta isinya, pemberi Rizki kepada siapa yang di kehendaki, pemberi bimbingan dan petunjuk kepada setiap hambanya yang beriman dan yang mengalami kesulitan. Dengan bimbingan dan petunjuk Allah SWT, Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan makalah ini, penulis mengambil judul sebagai berikut : “Implementasi model webbed dengan menggunakan tema “perbedaan” pada kurikulum 2013 SMP Negeri 3 Kabupaten Tebo.”
Oleh karena itu, Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, Kepada semua pihak telah membantu penulisan makalah ini. Teriring doa dan harapan semoga Allah SWT membalas amal kebaikan dari berbagai pihak
Penulis menyadari akan keterbatasan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak, sangat penulis harapkan agar tulisan ini kedepanya bisa berguna bagi semua pihak. Amiin


Tebo, 30 Oktober 2015
 
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................ii
ABSTRAK .............................................................................................................iii
KATA PENGANTAR..............................................................................................iv
DAFTAR ISI...........................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah....................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................2
C. Tujuan Penelitian ...............................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................3
A. Model Koope Pebelajaran terpadu ………...................................................................3
B. Model Webbed...............................................................................................................3
C.  Kekurangan Model Webbed………….............................................4
D. Langkah-langkah pembelajaran Model Webbed………………….4
E. Rambu-Rambu Yang Perlu Diperhatika dalam Model Webbed....4
F.  Penerapan Model Webbed……………………………………………………………..4
BAB III PEMBAHASAN HASILNYA .....................................................................6
BAB IV PENUTUP.................................................................................................10
1. Kesimpulan .......................................................................................................10
2. Rekomendasi......................................................................................................10

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Kurikulum Model webbed adalah salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Pengembangan model webbed ini dilakukan dengan menentukan tema yang sama atau hampir sama dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran. Dalam penentuan temapembelajaran guru dapat menentukan bersama-sama dengan guru lainnya atau dengan siswa.Tema-tema yang telah ditentukan dikembangkan menjadi sub-sub tema yang kemudian dikembangkan lagi menjadi kegiatan pembelajaranyang harus dilakukan oleh siswa.
Model pembelajaran tematik adalah merupakan kegiatan belajar mengajar dengan memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar cara ini dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama , materi beberapa mata pelajaran disajikan dalam tiap pertemuan. Sedangkan cara kedua , yaitu tiap kali pertemuan hanya menyajikan satu jenis mata pelajaran. Pada cara kedua ini, keterpaduannya diikat dengan satu tema  pemersatu. Oleh karena itu pembelajaran tematik ini sering juga disebut  pembelajaran terpadu atau integrated learning. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek  psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan  pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar, kreatifitas pengajar dan metode pembelajaran yang digunakan sesuai berdasarkan konteksnya. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut, juga dengan metode yang relevan akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target  belajar.
 B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belang yang telah dibahas sebelumnya, maka rumus masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana menyelesaikan pembentukan dan perencanaan model  pembelajaran webbed (jaring laba-laba) pada kurikulum 2013, dengan menggunakan tema “Perbedaan”?
 C.    Tujuan
menyelesaikan pembentukan dan perencanaan model pembelajaran webbed (jaring laba-laba) pada kurikulum 2013, dengan menggunakan tema “Perbedaan”.

 II
KAJIAN PUSTAKA
 A.    Pebelajaran terpadu
Menurut prabowo (2000:2), pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang mengkaitkan beberapa bidang studi. Pembelajaran seperti ini diharapkan akan memberi pengalaman yang bermakna kepada anak didik kita.

B.     Model Webbed
Menurut (Robin Fogarty:1991) kelebihan Model Webbed antara lain; Faktor motivasi yang dihasilkan dari pemilihan tema yang memiliki minat tertinggi. Pendekatan unit dikenal oleh guru yang berpengalaman dan cukup baik untuk perancangan model kurikulum. Perencanaan kurikulum dapat lebih mudah dipahami dan dilakukan oleh guru yang kurang berpengalaman. Memfasilitasi kerja tim perencana sebagai tim lintas mata pelajaran yang bekerja menjalin tema ke dalam semua mata pelajaran. Faktor motivasi berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa, sehingga mereka dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan-kegiatan dan ide-ide yang berbeda dapat saling terhubung.

C.    Kekurangan Model Webbed
Menurut (Robin Fogarty:1991) kekurangan dari model Webbed ini adalah: kesulitan utama terletak pada pemilihan tema, adanya kecenderungan merumuskan tema yang dangkal untuk perencanaan kurikulum. dalam menentukan tema yang memiliki keterhubungan guru dituntut memiliki kejelian yang lebih, karena dalam hal ini termasuk pekerjaan yang tidak mudah untuk dilakukan, dalam pembelajaran, guru lebih memusatakan perhatian pada kegiatan dari pada pengembangan konsep. Guru dapat terjebak dalam penulisan kurikulum yang tidak dapat digunakan sebagai perbandingan dengan pembelajaran tematik di tahun-tahun mendatang, sehingga harus berhati-hati dalam menggunakan model ini untuk tetap menjaga relevansi dan konten.
  D.    Langkah-langkah pembelajaran Model Webbed
Langkah-langkah pembelajaran terpadu model webbed antara lain: Guru menyiapkan tema utama dan menentukan tema-tema lain yang sesuai dengan tema utama, tema- tema tersebut saling dihubungkan antara tema satu dengan yang lainnya, guru menjelaskan tema-tema yang telah dihubungkan kepada peserta didik, sehingga pengalaman peserta didik menjadi lebih luas dan lebih mendalam, guru memilih konsep atau informasi yang bias mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.
 E.     Rambu-Rambu Yang Perlu Diperhatika dalam Model Webbed.
      Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
      Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
      Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.
      Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri.
      Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
 F.     Penerapan Model Webbed
Tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Secara khusus pendekatan tematik untuk pengembangan kurikulum ini dimulai dengan satu tema seperti “transportasi” atau “penemuan-penemuan.” Team lintas mata pelajaran yang  telah membuat keputusan untuk memilih salah satu tema ini, menggunakan tema tersebut sebagai satu lapisan untuk subjek yang berbeda; penemuan-penemuan memimpin untuk mempelajari pesawat sederhana dalam bidang ilmu pengetahuan, bacaan dan penulisan tentang para penemu dalam seni bahasa, rancangan dan model bangunan dalam industri seni, menggambar dan mempelajari Rube Goldberg kontrapsi dalam Matematika, pembuatan diagram aliran dalam kelas teknologi komputer.
Penerapan Model Webbed
 Tema dirancang sebagai ide sentral dan digunakan sebagai hamparan ke daerah konten berbagai pendekatan antar disiplin ilmu


Perubahan yang berkaitan dengan persamaan aljabar:
Hubungan
Grafik
Statistika


Perubahan yang berkaitan dengan bidang seni rupa:
Bentuk kesenian
Musik
Dance
Teknologi

MATEMATIKA
SENI RUPA


Perubahan di AS literatur Revolusi Industri:
Novel
Cerita Pendek
Puisi


Perubahan nilai melalui usia:
Moral
Keluarga
Sekolah
Bisnis
Olahraga
Media


Perubahan yang berkaitan dengan adaptasi hewan dengan lingkungan mereka selama periode tertentu:
Habitat
Pola makan
Reproduksi
Musuh Alami


Perubahan yang berkaitan dengan Revolusi Industri:
Penemuan
Kondisi kerja
Populasi
Lingkungan

KESEHATAN
SENI BAHASA
ILMU SOSIAL
ILMU PENGETAHUAN
Perubahan

Catatan & Refleksi
Dalam model jaringan, tema yang memberikan ide-ide segar (seperti sebuah lensa baru) yang digunakan untuk membingkai dan melihat konten. Tema bertindak sebagai payung umum yang dapat dilihat oleh siswa saat mereka bekerja diberbagai bidang konten. Ini model integrasi yang mudah untuk pelajar.

Sumber: Robin Fogarty;1991
BAB III
PEMBAHASAN DAN HASIL

Pada dasarnya ada 2 tahap yang harus dilalui dalam prosedur pembelajaran terpadu yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
1.   Tahap Perencanaan Pembelajaran Terpadu
            Perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah rangkaian yang
memuat isi dan kegiatan pembelajaran yang bersifat menyeluruh dan sistematis,
yang akan digunakan sebagai pedoman oleh guru dalam mengelola kegiatan belajar
mengajar. Dalam pembalajaran terpadu perencanaan yang harus dilakukan seorang
guru adalah sebagai berikut :
a.   Pemilihan tema dan unit-unit tema
            Pemilihan tema ini dapat dating dari staf pengajar yaitu guru kelas atau guru bidang studi dan siswa. Biasanya guru yang memilih tema dasarnya dan dengan musyawarah siswa memilih unit tema. Pemilihan tema dasar yang dilakukan oleh guru dengan mengaju pada tema dan materi-materi pada pokok bahasan pada setiap matapelajaran yang terdapat padu kurikulum. Tema dapat juga dipilih berdasarkan pertimbangan lain, yaitu :tema yang dipilih merupakan consensus antar siswa, missal dari buku-buku bacaan, pengalaman, minat,
isu-isu, yang sedang beredar di masyarakat dengan mengingat ketersediaan sarana
dan sumber belajar yang sesuai dengan tingkat perkembanagn siswa.
1)  Tema dasar-Unit tema
Tema dapat muncul dari siswa, kemudian guru yang mengorganisir atau guru melontarkan tema dasar, kemudian siswa mengembangkan unit temanya.
 2)  Curah pendapat
      Curah pendapat ini bermanfaat untuk memunculkan tema dasar kemudian dikembangkan   menjadi unit tema. Setelah tema dasar dan unit tema dipilih maka akan terbentuk jarring-jaring.
      Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penentuan tema, yaitu :
*      Penentuan tema merupakan hasil ramuan dari berbagai materi di dalam satu atau beberapa matapelajaran.
*      Tema diangkat sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terpadu dalam materi pelajaran, prosedur penyampaian, serta pemaknaan pengalaman belajar oleh para siswa.
*      Tema disesuaikan dengan karakteristik belajar siswa sehingga asas perkembangan berpikir anak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
*      Tema harus bersifat cukup problematic atau popular sehingga membuka kemungkinan luas untuk melaksanakan pembelajaran yang yang beragam yang mengandung substansif yang lebih luas yang apabila dinbandingkan dengan pembelajaran yang biasa.
      Beberapa prosedur pemilihan/pemilihan tema adalah sebagai berikut :
Ø  Model ke-1
            Pada model ini tema sudah ditentukan atau dipilih oleh guru berdasar pada beberapa kurikulum bebrapa matapelajrana yang kemudian dapat dikembangkan menjadi sub-sub tema atau unit tema.
Ø  Model ke-2
              Pada model ini tema ditentukan bersama antara guru dengan siswa. Meskipun demikian tema tidak boleh lepas dari materi yang akan dipelajari.
Ø  Model ke-3
            Pada model ini tema ditentukan oleh siswa dengan bimbingan guru.

b.   Langkah perencanaan aktivitas
Langkah perencanaan aktivitas di sini meliputi : pemilihan sumber, pemilihan aktivitas, dan perencanaan evaluasi. Evaluasi dalam pembalajaran terpadu meliputi berikut ini :
1)   Janis evaluasi yaitu evaluasi otentik.
2)   Sasaran evaluasi berupa proses dan dan hasil belajar siswa.
3)   Aspek yang dievaluasi
Keseluruhan aspek kepribadian siswa dievaluasi yaitu meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
4)   Teknik-teknik evaluasi yang digunakan meliputi :
a)   Observasi (mengamati prilaku hasil belajar siswa) dengan menggunakan daftar cek atau skala penilaian.
      b) Wawancara guru dan siswa dengan menggunakan pedoman wawancara.
 c) Evaluasi siswa
 d) Jurnal siswa
 e) Portofolio
      f) Tes prestasi belajar (baku atau buatan guru)
c.   Kontrak belajar
            Kontrak belajar ini akan memeberikan arah dan isi aktivitas siswa dan merupakan suatu kesepakatan anatara guru dan siswa.
2.   Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Trepadu dan Evaluasi
      Pada tahap pelaksanan ini langkah-kangkahnya adalah sebagai berikut :
      a.   Aktivitas siswa
            Aktivitas dapat berupa : pengumpulan informasi baik kelompok maupun individual, membaca sumber, wawancara dengan narasumber, pengamatan lapangan, eksperimen, pengolahan informasi, dan penyusuna laporan.
      b. Kulminasi (Sharing) dalam bentuk penilaian proses (merupakan dampak dari proses pembelajaran, dampak pengiring, prosedur formal dan informal terutama untuk memperoleh balikan) yaitu penyajian laporan, diskusi dan balikan, unjuk kerja dan pameran, serta evaluasi. 

Langkah-langkah Implementasi Model Webbeb
Langkah- langkah implementasi Integrasi Model Webbed dalam Pembelajaran
  1. Menentukan Tema
  2. Menghubungkan Tema terpilih dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KD) pada  setiap materi pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Penjaskes,Prakarya,  IPS dan IPA
  3. Memetakan Indikator
  4. Menyusun  Silabus
  5. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  6. Menerapkan dalam pembelajaran
2.      Tema yang telah di rekomendasikan dalam implementasi Model Webbed adalah “Perbedaan”
IMPLEMENTASI MODEL WEBBED
MATEMATIKA
Perbedaan yang berhubungan dengan bangun datar:
   - Bentuk
   -  Ukuran

BAHASA INDONESIA
Perbedaan yang berhubungan dengan  teks:
        Jenis
       Kaidah-kaidah penulisan

PENJASKES
Perbedaan yang berhubungan dengan teknik:
Menendang bola
Mengontrol bola
Menggiring bola

IPA
Perbedaan yang berhubungan dengan perubahan benda-benda disekitar kita:
-    Jenis-jenis perubahan

IPS
Perbedaan yang berhubungan dengan perubahan masyarakat Indonesia pada:
- Masa Prakarsa
-Masa Hindu Budha
- Masa Islam

PRAKARYA
 Perbedaan yang berhubungan dengan pembuatan alat penjernihan air yang berasal dari  bahan alam dan buatan
- Bahan dan alat
          - Prosedur pembuatan

          - Bahan dan alat
          - Prosedur pembuatan


PERBEDAAN
 

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Model webbed adalah sebuah model yang digunakan dalam kurikulum terintegrasi.
2.      Webbed adalah model pendekatan tim yang membutuhkan waktu untuk mengembangkannya.
3.      Sebuah tema pikiran untuk menjaringkan isi kurikulum dan mata pelajaran.
B.     Rekomendasi
Kajian ini perlu ditindak lanjuti  di SMP Negeri 3 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dengan penelitian, model webbed dapat dilaksanakan dalam berbagai disiplin ilmu dengan mengintegrasikan (mengkaitkan dengan membuat tema/tematik) apalagi dalam bidang studi IPA.


DAFTAR PUSTAKA



Depdikdas.Kurikulum KTSP (2006). Jakarta: Depdikdas
Kemendikbud.Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud
fogarty,R.1991. Ten Way to integrate Currikulum in Education Leadership. Vol.49.no.2.
Forgaty,Robin.1991.The Mindful School : How to integrated the curricula.Palatine.illinois :IRI/Skylight Publising.Inc.
Prabowo,2000. Pembelajaran Fisika dengan pendekatan terpadu dalam menghadapati perkembangan IPTEK millenium III. Makalah disampaikan pada seminar dan lokakarya jurusan fisika FMIPA UNESA bekerjasama dengan Himpunan Fisika Indonesia (HFI)
 Trianto.2007.Model Pembelajaran Terpadu dalam teori dan Praktek.Jakarta: Presentasi Pustaka Publissher.
Julianto,2010. Kajian Teori dan Implementasi Model

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan                              : SMP
Mata Pelajaran                                    : IPA
Kelas/Semester                                    : Kelas VII / I
Topik                                                   : Perubahan Fisika dan Kimia
Sub Topik                                            : Sel
Alokasi Waktu                                    : 2 X 40 menit ( 1 kali tatap muka)
A.    Kompetensi Inti (KI)
1.    Menghargai dan menghayati ajaran yang agama yang dianutnya
2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadannya.
3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (Menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis dan membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar:
1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan          peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1.  Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi.
2.2.  Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan      dan melaporkan hasil percobaan.
2.3.  Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggungjawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi             sikap    dalam memilih penggunaan bahan kimia untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
2.4.  Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi perilaku         menjaga           kebersihan dan kelestarian lingkungan.
3.4.  Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme, serta             komposisi        bahan kimia utama penyusun sel.
4.4. Melakukan Pengamatan  dengan bantuan alat untuk menyelidiki struktur tumbuhan dan hewan.
C. Indikator:
1. Siswa dapat memahami dan menyebutkan bagian-bagian sel tumbuhan dan hewan.
2. Siswa dapat menggambar sel hewan dan tumbuhan.
3. Siswa dapat membedakan antara sel hewan dan tumbuhan.
4. Siswa dapat mengembangkan sikap saling menghargai pendapat melalui kegiatan pengamatan dan diskusi kelompok.
5. Siswa dapat menumbuhkan rasa kagumnya terhadap Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Besar.
D. Materi
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda: sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti. Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti. kita tidak dapat mengamati secara jelas sel pada tanaman atau pada hewan hanya dengan mata telanjang. Kita membutuhkan alat bantu berupa mikroskop. Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti “karnel” atau “nukleus”).
            Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membrane inti. Sel eukariotik (Yunani, eu berarti “sejati/sebenarnya”) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti. Sel Prokariotik terdapat pada bakteri, termasuk sianobakteri. (a) Prokariotik strukturnya lebih sederhana daripada struktur eukariotik, karena tidak mempunyai organel terbungkus membran. Batas sel ialah membrane plasma. Di luar membran plasma ini terdapat dinding sel yang cukup kaku Ilmu Pengetahuan Alam 105 dan seringkali berupa kapsul luar, yang biasanya menyerupai jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaannya, Gambar penampang sel Prokariotik,  sel Eukariotik lihat gambar 1 dan gambar 2 berikut:
Gambar 1. Struktur Sel Prokariotik (a) Bacillus coagulans (b) dilihat dengan mnggunakan mikroskop elektron
Sumber: Campbell. 2002. Biologi

Gambar: 2. Sel Eukariotik, (A) Sel Hewan (B) Sel Tumbuhan
Sumber: Campbell. 2002. Biologi
Sel-sel tersebut nantinya akan menyusun tubuh makhluk hidup melalui  pengorganisasian yang sistematis. Dalam organisasi tubuh, sel memiliki peranan yang sangat penting, tetapi kita tidak dapat mengamati secara jelas sel pada tanaman atau pada hewan hanya dengan mata telanjang. Kita membutuhkan alat bantu berupa mikroskop. Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel.

E. Pendekatan/Strategi/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan         : Scientific
2. Metode               : Observasi dan Diskusi
3. Model                 : Discovery Learning

F. Media, Alat, Dan Sumber Pembelajaran
1. Media
     Mikroskop , Laptop, LCD
2. Alat dan Bahan
   · Mikroskop                     . Pinset
   · Gelas obyek                  . Cawan Petri
   · Gelas penutup               . Air
   · Pipet                              . Silet
   · Pinset/jarum                  . Tusuk Gigi
   · Cawan petri                   . Bawang Merah
 3. Sumber Belajar
Buku IPA SMP kelas VII, Kurikulum 2013
Buku Siswa dan Buku Guru Kelas VII Kurikulum 2013

G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Langkah-langkah Model Discovery
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
waktu
Pendahuluan
Menciptakan Situasi
Pemusatan perhatian Guru menanyakan:
apakah sel itu ?
Apakah kalian pernah melihat sel ?
Samakah sel tumbuhan dengan sel hewan ?
Guru menyampaikan tujuan tentang topik yang akan di pelajari
10 menit
Kegiatan Inti
(Stimulasi)
 Pembahasn /penyampaian tugas dan identifikasi masalah
Observasi dan Pengumpulan
Data.
Pengolahan data dan analisis.
4. Verifikasi.
Generalisasi.
 Peserta didik melakukan kegiatan: mengamati sel tumbuhan dan sel hewan dengan menggunakan mikroskop.
-Membandingkan sel hewan dengan sel tumbuhan
-Menuliskan hasil kerjanya sesuai dengan kreasi peserta didik dan mendiskusikan hasilnya.
- Guru mendorong peserta didik untuk tidak takut salah.
-.Siswa mempresentasikan hasil observasinya.
Menarik kesimpulan tentang sel tumbuhan dan sel hewan


25 menit
Penutup

 -  Siswa dan guru mereview   hasil kegiatan pembelajaran
-  Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
-  Siswa menjawab kuis tentang sel hewan dan sel tumbuhan.
-  Pemberian tugas kelompok berupa proyek:
-  membuat model sel.
5 Menit


H. Penilaian:

Metode dan bentuk Instrumen

No
Metode
Bentuk Instrumen
1.
Sikap

2.
Tes Unjuk Kerja

3.
Tes Tertulis


Lampiran
A. PENILAIAN SIKAP
Format Lembar Pengamatan Sikap Peserta Didik
Tanda cek (√) jika sikap sesuai penyataan
Tanda strip (- ) jika sikap tidak sesuai pernyataan

No
Nama
Sikap


1
2
3
4
5
Jumlah
































Pernyataan:
1. Rasa ingin tahu
2. Objektif dalam mengambil data
3. Teliti dalam mengidentifikasi
4. Jujur dalam menggambar hasil pengamatan
5. Tanggung jawab dalam diskusi kelompok
B. Instrumen Soal Pengetahuan.
Soal Uraian.
1.      Perhatikan gambar sel di bawah ini!
  1. Bagian sel yang manakah menjadi penentu sel   ini menjadi sel hidup atau sel mati
  1. Apa yang terjadi bila organ yang ditunjuk dengan huruf ( I)  tidak berfungsi dengan baik?
  1.  Bagian manakah yang disebut dengan dinding sel? Dan mengapa pada sel ini memiliki dinding sel?
2.    Jika salah satu organ penyusun sistem mengalami kerusakan, apa yang terjadi dengan sistem organ tersebut? Dapatkah sistem organ tersebut berfungsi dengan baik?
LEMBAR KEGIATAN SISWA
 (LKS)
A. Topik : Pengamatan Sel
B. Tujuan : Mengamati sel hewan dan sel tumbuhan
C. Alat dan Bahan:
· Mikroskop
· Gelas obyek
· Gelas penutup
· Pipet
· Pinset/sendok es cream (cotton bud)
· Cawan petri
· Silet
· Bawang merah, Rhoediscolor
· Air
· Pensil/alat tulis
D. Cara Kerja
    Bagian A: Pengamatan sel bawang merah.
  1. Kupas bagian luar bawang merah dan potong umbi lapis bawang merah secara membujur menjadi dua belahan
  2. Angkat salah satu lapisan tipis dari umbi tersebut. Letakkan di atas gelas  objek. Minta bantuan guru jika mengalami kesulitan
  1. Letakkan lapisan tipis tersebut di atas gelas objek! Kemudian, tetesi dengan setetes air.
  2. Tutup dengan kaca penutup.
  1. Amati di bawah mikroskop.
  2. Gambar hasil pengamatanmu pada tempat di bawah ini. Tentukan bagian-bagian membran sel, dinding sel, sitoplasma, inti sel, dan vakuola.
 Bagian B: Pengamatan sel epitel mulut manusia
  1. Bukalah mulutmu. Oleskan ujung batang korek api ke pipimu sebelah dalam. Letakkan pada gelas objek yang telah diberi setetes air, kemudian tutup dengan kaca penutup! Amati di bawah mikroskop!
  2. Gambar hasil pengamatanmu pada tempat yang telah disediakan!   Tentukan bagian membran sel, sitoplasma, dan inti!

E. Tabel Hasil Pengamatan
No.
Gambar hasil pengamatan
Keterangan
1
 



Sel bawang merah
1.
2.
3.
2
 



Epitel pipi
1.
2.
3.

Tugas Proyek:

    Membuat Model Sel
  1. Bentuklah satu kelompok yang beranggotakan 5 orang peserta didik, pilihlah salah satu proyek yang akan kamu kerjakan: Membuat model sel hewan atau membuat model sel tumbuhan!
  2. Rakitlah model sel yang kamu pilih untuk dikumpulkan sebagai nilai tugas!
  3. Bekerjalah dengan kelompokmu untuk memilih bahan yang akan dipergunakan untuk membuat model yang sesuai dengan pilihanmu  (tumbuhan/hewan)! Apa yang diperlukan? Gabus, tanah liat, atau lilin plastisin. Lem, gunting   atau pisau kecil, dan spidol warna (pisau kecil dan cat warna)
        Apa yang akan dikerjakan?
  1. Bentuk gabus/tanah liat/lilin plastisin menjadi bentuk model sel hewan atau tumbuhan sesuai pilihan kelompok. Ingat, jangan   lupa buat organelnya!
  2. Rakit model sel tersebut lengkap dengan organel yang ada! Beri warna yang berbeda untuk tiap organel yang berbeda dengan  spidol warna/cat warna!
  3. Beri nomor atau nama tiap organel tersebut!
  4. Langkah nomor 1 - 3 dapat digunakan dengan bahan yang berbeda, misalnya tanah liat!
  5. Laporkan hasil pekerjaanmu pada pertemuan berikutnya!
 


Kamis, 12 Maret 2015

Kurikulum Nasional Menggantikan Kurikulum 2013

Rencana Mendikbud Anies Baswedan untuk membuat kurikulum baru dengan nama Kurikulum Nasional sebagai pengganti Kurikulum 2013 (K-13) yang sebelumnya diberlakukan sebagai pengganti Kurikulum 2016 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
  Kurikulum baru kurikulum nasional ini direncanakan oleh Mendikbud Anies Baswedan yang akan meluncurkan kurikulum bernama Kurikulum Nasional yang sebelumnya bernama Kurikulum 2013 (K-13) yang dibuat Mohammad Nuh.

Kurikulum Nasional Menggantikan Kurikulum 2013

Betulkan pemerintah dan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan pada tahun 2018 akan menggantikan K13 dan KTSP dengan Kurikulum Nasional?

Kurikulum Nasional Pengganti Kurikulum 2013 dan Kurikulum KTSP Tahun 2018

Pergantian kurikulum pendidikan di sekolah ini memang kerapkali terjadi di Indonesia ini. Dan juga beberapa jenis macam kurikulum pendidikan yang pernah diterapkan Indonesia.

Tujuan manfaat kurikulum pendidikan salah satunya adalah merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
Keputusan Penghentian Kurikulum 2013 diambil mendikbud adalah berdasarkan pada rekomendasi tim evaluasi implementasi Kurikulum 2013 dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan. Keputusan nasib K-13 itu diambil setelah ia menerima laporan dari tim evaluasi kurikulum yang diketuai guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Suyanto.
Masa berlaku kurikulum 2006 KTSP pengganti Kurikulum 2013 (K13) adalah sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020 demikian yang tercantum di dalam Permendikbud No 160/2014 yang berisikan hal terkait dengan penghentian implementasi K-13 dan pengembalian penerapan Kurikulum 2006.
Batas maksimal pergantian dari Kurikulum 2006 atau menjadi Kurikulum 2013 (K-13) sampai 2020. Meskipun demikian, sekolah yang sudah siap menjalankan K-13, tidak perlu menunggu sampai 2020. Demikian diungkapkan oleh Hamid Muhammad selaku Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud seperti dikutip dari jpnn.
"Tapi pada 2020 itu adalah batas maksimal. Artinya bisa sudah berganti menjadi Kurikulum 2013 sebelum 2020"
Perbincangan Kurikulum Sekolah semenjak adanya Kurikulum 2013 seakan tak ada hentinya. Penerbitan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu tergesa-gesa sehingga banyak Sekolah/Madrasah tidak siap untuk menggunakannya. Banyak Guru Sekolah/Madrasah yang mengeluh dengan hadirnya Kurikulum 2013.

Baca juga : Keluhan Guru Dan Siswa Tentang Kurikulum 2013.
Ketidaksiapan Sekolah/Madrasah dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 didengar oleh Anies Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan untuk meringankan beban tugas Guru maka pada tahun 2016 tepatnya Semester Genap semua Sekolah/Madrasah se-Indonesia wajib kembali menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP).
Kurikulum Nasional Pengganti Kurikulum 2013 dan Kurikulum KTSP Tahun 2018
Keputusan kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2016 adalah berdasarkan rekomendasi Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ujar Anies Baswedan bahwa umumnya Sekolah/Madrasah di Indonesia belum siap untuk menjalankan Kurikulum 2013.
Informasi terbaru update terkait perkembangan Kurikulum Nasional seperti informasi pemberitaan yang di rilis jpnn.com. Menurut pemberitaan tersebut Informasi yang berkembang di internal Kemendikbud terkait Kurikulum Nasional kian santer. Namanya hanya Kurikulum Nasional begitu saja. Tidak ada embel-embel tahunnya.
Dengan adanya Kurikulum Nasional ini, maka K-13 bakal dikupas menjadi tiga bagian atau jenis.
Pembagian jenis macam kategori Kurikulum Nasional ini terdiri dari :
  1. Kurikulum Nasional.
  2. Kurikulum berbasis pengembangan atau potensi daerah.
  3. Kurikulum paling kecil mencakup kekhasan atau kondisi masing-masing sekolah.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Tjipto Sumardi mengatakan sampai saat ini evaluasi masih berjalan.
"Namanya tetap Kurikulum 2013," katanya kemarin (6/12). Meskipun begitu dia tidak menampik bahwa kurikulum yang baru nanti harus diversifikasi (beraneka ragam). Yaitu Kurikulum Nasional, kurikulum berbasis daerah masing-masing, dan kurikulum sekolah. Diversifikasi kurikulum ini sejalan dengan pasal 36 dan 37 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Meskipun nantinya kurikulum beranekaragam, Tjipto mengatakan harus dirancang dengan model yang ramping.
"Ke depan kita akan mengundang pakar-pakar dan praktisi pendidikan untuk memberikan arahan," jelasnya. Tujuannya supaya beban belajar peserta didik terbebani mata pelajaran yang semakin berat. Dia menargetkan meskipun kurikulum beragam, tidak sampai menambah jam belajar per pekannya.
Terkait dengan revisi K-13 yang belum tuntas, Tjipto mengatakan sudah ada perkembangan bagus. Seperti tim evaluasi sudah merampungkan pembahasan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).
Dua kompetensi ini sempat diributkan di dalam implementasi K-13. Sebab banyak guru kerepotan ketika, misalnya, harus menyisipkan materi-materi keagaam atau sosial di mata pelajaran matematika, fisika, dan lainnya.
Dengan perkembangan terkini, Tjipto mengatakan evaluasi K-13 bisa rampung Januari 2016. Dia memakai patokan arahan Mendikbud Anies Baswedan bahwa hasil evaluasi K-13 harua bisa diterapkan di tahun pelajaran 2016-2017 tahun depan. Meakipun dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kemendikbud sempat memasang target evaluasi K-13 selesai akhir 2015 ini.
Kita tunggu bersama perubahan pergantian kurikulum baru dengan nama kurikulum nasional yang dikatakan dikabarkan akan menggantikan Kurikulum 2013 pada tahun 2018 nantinya.

Senin, 28 Oktober 2013

Energi Dalam Sistem Kehidupan

Apa itu Energi ? Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan. Untuk melakukan usaha, diperlukan energi. Manusia membutuhkan energi untuk bekerja, bergerak, bernapas, dan mengerjakan banyak hal lainnya. Energi menyebabkan mobil, motor, pesawat, dan kereta api dapat berjalan. Energi menyalakan peralatan listrik di rumah. Tumbuhan dan hewan membutuhkan energi untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, kerja kehidupan bergantung pada kemampuan organisme mengubah energi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.
  1. Energi Potensial
Energi potensial merupakan energi yang dimiliki oleh suatu materi karena lokasi atau strukturnya. Contoh dari energi ini adalah air dalam bendungan menyimpan energi potensial karena ketinggiannya. Benda yang diletakkan di atas meja memiliki energi potensial gravitasi, yang dengan energi itu benda dapat bergerak dari meja ke tanah. Energi dapat berubah bentuk namun energinya tidak hilang. Sebagai contoh, asam cuka yang menyimpan energi kimia dapat berupah menjadi energi listrik dan mampu menyalakan lampu, kemudian energi listrik berubah menjadi energi cahaya
Macam-Macam Energi Potensial
  • Energi Potensial Gravitasi
4
Merupakan energi yang dimiliki suatu benda karena terletak di atas permukaan bumi. Makin tinggi letak suatu benda di atas permukaan bumi, maka makin besar energi potensial gravitasinya. Penerapan dari energi ini adalah ketika buah jatuh dari pohonnya.
  • Energi Potensial Elastisitas
Merupakan energi yang tersimpan dalam benda yang sedang direngangkan. Makin jauh peregangan dan penekanannya, makin besar energinya. Penerapan dari energi ini adalah pada karet ketapel dan busur panah.
  • Energi Potensial Kimia
Merupakan energi yang terkandung dalam suatu zat. Penerapan dari energi ini adalah makanan. Makanan memiliki energi kimia sehingga orang yang makan akan memiliki energi untuk beraktivitas.
  • Energi Potensial Listrik
Merupakan energi yang dimiliki muatan listrik dan arus listrik. Energi ini paling banyak digunakan karena mudah diubah menjadi energi lainnya.
  1. Energi Kinetik
Energi kinetik merupakan bentuk energi ketika suatu materi berpindah atau bergerak. Setiap materi yang berpindah atau bergerak memiliki bentuk energi yang disebut energi kinetik atau energi pergerakan. Objek bergerak melakukan kerja dengan menggerakkaan benda lain. Sebagai contoh, seorang pemain biliar menggerakkan tongkat billiar untuk mendrong bola, kemudian bola yang bergerak akan menggerakkan bola-bola lain.
Untuk memahami perbedaan antara energi potensial dengan energi kinetik, dapat diamati pada peristiwa ketika anak-anak bermaik perosotan. Energi kinetik akan diubah menjadi energi potensial ketika menaiki perosotan, dan energi potensial akan diubah menjadi energi kinetik selama meluncur turun.
Berbagai Sumber Energi
Sumber energi adalah segala sesuatu yang menghasilkan energi. Energi memegang peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Panas matahari yang digunakan untuk memanaskan air adalah sumber energi, listrik dan arang yang dibakar untuk memanaskan setrika merupakan sumber energi juga.
  1. Sumber Energi Tak Terbarukan
Energi tak terbarukan yang paling banyak dimanfaatkan adalah minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketiganya dipakai baik dalam kehidupan sehari-hari, pada industri, untuk pembangkit listrik, maupun transportasi.
  • Energi Hasil Tambang Bumi
  • Energi Nuklir
2. Sumber Energi Terbarukan
Sumber energi terbarukan yang saat ini mulai dikembangkan adalah biogas dari kotoran ternak, air mengalir, angin, dan panas matahari. Salah satu sumber energi terbarukan yang saat ini mulai dipelajari agar dapat dikembangkan di Indonesia adalah sampah biologis.
  • Energi Matahari
  • Pembangkit Listrik Tenaga Air
  • Energi Angin
  • Energi Tidal
Makanan sebagai Sumber Energi
Makanan diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi. Dengan asupan makanan yang baik dan cukup, kamu dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Zat makanan yang berperan sebagai sumber energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein.
  1. Karbohidrat
Merupakan senyawa kimia yang tersusun oleh unsur-unsur karbon. Bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat, misalnya beras, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian, dan buah-buahan yang rasanya manis. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat sama dengan 4 kilo kalori).
  1. Protein
Merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O, N (kadang juga mengandung unsur P dan S). Fungsi protein antara lain adalah sebagai sumber energi, pembangun sel, jaringan tubuh, dan pengganti sel tubuh yang rusak. Bahan makanan yang mengandung banyak protein, antara lain :
  • Protein Hewani
Contoh : daging, ikan, telur, susu, dan keju.
  • Protein Nabati
Contoh : kacang-kacangan, tahu, tempe, dan gandum.
  1. Lemak
Merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan O. Peran lemak adalah menyediakan energi sebesar 9 kalori/gram, melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Fungsi lemak antara lain adalah sumber energi (1 gram lemak sama dengan 9 kilo kalori), pelarut vitamin A, D, E, dan K, pelindung organ-organ tubuh yang penting sebagai bantalan lemak, dan pelindung tubuh dari suhu yang rendah. Bahan makanan yang mengandung banyak lemak, antara lain :
  • Lemak Hewani
Contoh : keju, susu, danging, dan kuning telur.
  • Lemak Nabati
Contoh : kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan buah avocad.
Transformasi Energi dalam Sel
  1. Transformasi Energi oleh Klorofil
Klorofil adalah zat hijau daun yang terdapat dalam organel sel tumbuhan yang disebut kloroplas. Klorofil berfungsi dalam fotosintesis. Energi radiasi sinar matahari yang ditangkap oleh klorofil berfungsi melancarkan proses fotosintesis. Proses tersebut digunakan untuk mereaksikan CO2 dan H2O menjadi glukosa. Selain menjadi enerrgi kimia dalam glukosa, hasil reaksinya menghasilkan oksigen yang dapat digunakan oleh tumbuhan untuk beraktivitas, seperti tumbuh, berkembang, dan bernapas. Jadi, energi radiasi matahari yang berbentuk energi cahaya diubah menjadi energi potensial dan energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya. Energi ini dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk beraktivitas (tumbuh dan berkembang) dan juga dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain yang mengonsumsi tumbuhan tersebut. Akibatnya energi yang terdapat pada tumbuhan berpindah ke dalam tubuh makhluk hidup lainnya dan menjadi energi potensial. Di dalam tubuh makhluk hidup ini, energi akan ditransformasi kembali.
  1. Transformasi Energi oleh Mitokondria
6
Mitokondria adalah organel yang terdapat di dalam sel, yang memiliki peran dalam respirasi sel. Di dalam mitokondria, energi kimia digunakan untuk mengubah karbohidrat, protein, dan lemak. Mitokondria banyak terdapat pada sel otot makhluk hidup dan sel saraf.
Metabolisme Sel
7
Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut reaksi enzimatis karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme terdiri atas reaksi pembentukan/ sintesis/ anabolisme seperti fotosintesis dan reaksi penguraian/ katabolisme seperti respirasi. Enzim mengarahkan aliran materi melalui jalur-jalur metabolisme dengan cara mempercepat tahapan reaksi secara selektif.
Bernapas
Pernapasan adalah suatu  proses  yang terjadi secara otomatis meskipun dalam keadaan tertidur. Itu dikarenakan sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.
8
Tahapan/ fase proses bernapas meliputi :
  1. Fase Inspirasi
Fase ini berupa berkontraksinya otot antara tulang rusuk sehingga rongga dada membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru.
  1. Fase Ekspirasi
Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang diikuti turunnya tulang rusuk sehingga rongga  dada  menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar tekanan di luar sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Fotosintesis
Fotosintesis merupakan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa. Pada proses fotosintesis yang terjadi dalam daun, terjadi reaksi kimia antara senyawa air (H2O) dan karbon dioksida (CO2) dibantu oleh cahaya matahari yang diserap oleh klorofil menghasilkan oksigen (O2) dan senyawa glukosa (C6H12O6). Glukosa adalah makanan bagi tumbuhan. Oksigen yang dihasilkan pada proses fotosintesis sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan.
Untuk menguji aktifitas fotosintesis, biasa dilakukan dengan percobaan ingenhousz, berikut percobaannya :
Respirasi
Respirasi merupakan suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi, dihasilkan energi kimia untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, dan pertumbuhan.
Contoh :
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya :
C6H12O6 + O2 ——————> 6CO2 + 6H2O + energi
Pada serangga, sering dilakukan uji respirasi, uji respirasi dapat disaksikan dengan klik link berikut ini :
Sistem Pencernaan
Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami perombakan dari molekul kompleks menjadi molekul sederhana. Perombakan ini akan menghasilkan sejumlah energi. Zat makanan yang berperan sebagai sumber energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Proses inilah yang disebut dengan pencernaan.
  1. Metabolisme Pencernaan Karbohidrat dalam Tubuh
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju hati dan sebagian lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses metabolisme lebih lanjut. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan. Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat sehingga sintesis glikogen dari glukosa oleh hati akan naik. Sebaliknya, jika banyak kegiatan, banyak energi yang digunakan untuk kontraksi otot sehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Dalam hal ini, glikogen akan diuraikan menjadi glukosa yang selanjutnya mengalami katabolisme menghasilkan energi (dalam bentuk energi kimia).
1
  1. Metabolisme Pencernaan Protein dalam Tubuh
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase. Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorpsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan. Sebagian lain, mengalami proses pelepasan gugus mengandung N) di hati. Proses pelepasan gugus amino ini dikenal dengan deaminasi protein. Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1 gram protein dapat menghasilkan energi 4 kalori. Kelebihan protein dalam tubuh dapat mengakibatkan pembengkakan hati dan ginjal karena beban kerja organ-organ tersebut lebih berat dalam menguraikan protein dan mengeluarkannya melalui air seni.
2
  1. Metabolisme Pencernaan Lemak dalam Tubuh
Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya, senyawa akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Oleh lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik bawah selangka kiri. Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.
3